Kemerdekaan Harus Dirasakan Semua Orang

Pagi yang indah, matahari terbit dengan terang yang menyinari jagad raya. “Ka… Ka.. kamu tidak bangun?” teriak bunda yang sedang berusaha membangunkan putri yang paling cantik, jail, fun, cute dan yang paling sulit untuk dibangunkan. “Ya.. bun.. 5 menit lagi.. masih ngantuk aku bun..” sahut Rebeka yang kembali membetulkan selimutnya. “Ka? sekarang sudah jam 6.30!! Kamu tidak sekolah? bukannya hari ini kamu Upacara Kemerdekaan?” ucap bunda yang mengingatkan Rebeka. Rebeka tersentak dan langsung bergegas ke kamar mandi, ia baru sadar bahwa ia mendapatkan tugas untuk membacakan naskah UUD 1945 di upacara nanti. 5 menit kemudian Rebeka turun untuk sarapan. Ayah dan bunda serta kakaknya Rebeka yaitu Bryan sudah menunggu dan akhirnya mereka sarapan pagi bersama. Setelah makan, Rebeka meminta Kak Bryan untuk mengantarnya karna hanya 10 menit Rebeka ke sekolah dan tidak akan sempat jika dia harus berjalan kaki dan menunggu angkot, toh.. kak Bryan juga pergi kuliah jadi sekalian aja nebeng. Sesampainya Rebeka di sekolah, ia langsung mengambil map yang berisi teks UUD1945 dan ia berlari ke lapangan. Upacara berlangsung dengan tertib dan dilanjutkan dengan berbagai lomba yang telah dibuat oleh OSIS. Semua acara berlangsung dengan meriah, tapi tidak untuk Rebela. karena Rebela sering di bully oleh teman-temannya yaitu Geng Beauty yang diketuai oleh Siska. “Eh.. Kemerdekaan itu utnuk orang yang berada!! Bukan untuk anak penjual gorengann hahahahaha” kata Siska ke Rebela ketika lomba sedang diadakan. Rebela tidak bisa membela dirinya karena dia beranggapan bahwa apa yang selalu Siska katakan ada benarnya. Rebeka yang melihat kejadian itu dia membela Rebela. “Hulla temen beauty yang bau ketek, kalian kalau punya mulut tolong disekolahkan!!” Balas Rebeka ke Siska dengan mendorong pundak Siska. Mendengar perkataan Rebeka, Yola tidak terima temen sekaligus ketua Geng Beauty dihina. “Rebeka manusia cupu!! dengar ya!! Loe gak pantas ngomong kayak gitu ke Anak yang punya sekolah ini!!” sembur Yola dengan suara yang selalu bergonta-ganti. Omongan si Yola dihiraukan oleh Rebela dan Rebeka, akhirnya mereka pergi.

Advertisements

2 thoughts on “Kemerdekaan Harus Dirasakan Semua Orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s